KM Sabuk Nusantara 51 Singgah di Celukan Bawang, Mobilitas Warga Antarpulau Tetap Stabil

Celukan Bawang — Aktivitas pelayaran di kawasan utara Bali kembali menunjukkan geliat positif. Kapal perintis KM Sabuk Nusantara 51 sandar di Dermaga III Pelabuhan Celukan Bawang, Sabtu (28/3/2026) pagi, membawa puluhan penumpang dari Lombok dalam perjalanan menuju Sapeken, Madura.

Kedatangan kapal pada pukul 07.00 WITA tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas wilayah kepulauan, khususnya bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi laut. Kapal yang dinakhodai oleh Budi Suherman itu tercatat membawa 24 penumpang, dengan rincian 10 orang turun dan 14 orang melanjutkan perjalanan.

Selain itu, terdapat pula pergerakan kendaraan roda dua sebanyak empat unit, dengan satu unit diturunkan di pelabuhan. Sementara itu, arus keberangkatan dari Celukan Bawang juga cukup aktif, dengan 23 penumpang dan satu unit sepeda motor tercatat naik ke kapal untuk melanjutkan perjalanan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, I Gede Sudiana, atas seizin Kapolres Buleleng Ruzi Gusman, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.

“Kami pastikan proses kedatangan hingga keberangkatan kapal berjalan tertib. Sinergi antarinstansi di pelabuhan sangat baik, sehingga situasi tetap kondusif,” ujar AKP I Gede Sudiana.

Pengamanan dan pemantauan kegiatan melibatkan berbagai unsur, di antaranya anggota Polsek Kawasan Pelabuhan, KSOP, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Polairud, TNI AL, Satpol PP, serta pihak operator pelabuhan. Kehadiran lintas instansi ini menjadi kunci dalam menjaga keamanan sekaligus kelancaran arus penumpang dan barang.

Tidak ditemukan adanya penumpang sakit dalam pelayaran kali ini, menandakan kondisi perjalanan yang relatif aman dari sisi kesehatan.

Rencananya, KM Sabuk Nusantara 51 akan kembali bertolak dari Pelabuhan Celukan Bawang pada pukul 13.00 WITA, melanjutkan rute menuju wilayah kepulauan di Madura.

Kedatangan kapal perintis seperti Sabuk Nusantara 51 terus menjadi urat nadi transportasi laut bagi daerah-daerah terpencil, sekaligus mendukung pemerataan konektivitas nasional di wilayah kepulauan Indonesia.

You can share this post!

Berita Terkait