BANJAR, BULELENG – Ribuan krama dari dua Desa Adat, yakni Desa Adat Banjar dan Desa Adat Banjar Tegeha, melaksanakan Upacara Melasti ke Pantai Desa Banjar pada Kamis (2/4/2026) siang.
Ritual pembersihan diri dan alam semesta ini merupakan rangkaian dari Hari Raya Nyepi Saka 1948 yang diikuti oleh kurang lebih 2.500 warga dengan berjalan kaki menuju pesisir pantai. Keunikan tradisi di wilayah ini terletak pada waktu pelaksanaannya.
"Sesuai dengan dresta (adat) yang berlaku di sini, untuk Upacara Melasti tidak dilakukan sebelum Nyepi, tetapi setelah Nyepi, tepatnya saat Rahina Purnama Sasih Kedasa," ucap salah satu tokoh adat Banjar di sela-sela kegiatan.
Upacara suci tersebut dipuput oleh Ida Peranda Gede Griya Baler Tlabah dan dihadiri oleh jajaran Bendesa, Prajuru Adat, serta para Jro Mangku Pura Tri Kahyangan maupun Jro Mangku Dadia dari kedua desa adat tersebut.
Guna menjamin kekhusyukan dan kelancaran arus lalu lintas, sejumlah personel Kepolisian Sektor (Polsek) Banjar dikerahkan untuk melakukan pengamanan. Kapolsek Banjar, Kompol Made Mustiada, S.H., turun langsung memimpin jalannya pengawalan di lapangan, bersinergi dengan Babinsa serta Pecalang setempat.
Kapolsek Banjar Kompol Made Mustiada, S.H., seijin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, S.I.K., M.Si., M.T., M.Sc., mengungkapkan bahwa fokus utama dari pengamanan ini adalah keamanan rute dan keselamatan para pemedek.
"Kami bersinergi dengan unsur TNI dan Pecalang untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi berjalan aman. Dengan jumlah massa mencapai 2.500 orang yang berjalan kaki, fokus kami adalah kelancaran rute dan keamanan para peserta baik saat di jalan maupun di lokasi pantai," ujar Kompol Made Mustiada.
Seluruh rangkaian kegiatan Melasti berakhir pada pukul 18.20 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Setelah prosesi selesai, pratima dikembalikan ke pura masing-masing dengan pengawalan ketat petugas.